PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang Gelar Acara Cah Magelangan #Menulis Sebagai Wadah Berkarya para Pelajar
Magelang, 2 Juni 2024-
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri
Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Magelang menyelenggarakan ruang belajar bagi
pelajar se-Kabupaten Magelang yang dikemas dalam acara Cah Magelangan #Menulis.
Acara yang berlangsung pada hari Ahad, 2 Juni 2024 di Gedung PCNU Kabupaten
Magelang tersebut diikuti setidaknya 40 peserta.
Cah
Magelangan #Menulis merupakan sebuah program yang dibentuk oleh Tim Media PC
IPNU IPPNU Kabupaten Magelang. Dengan tujuan mewadahi pelajar se Kabupaten
Magelang yang mempunyai minat bakat menulis dan menjadi ruang untuk
mengekspresikan karya-karyanya. Uniknya, pada pertemuan perdananya ini, seluruh
peserta lantas dikukuhkan menjadi sebuah komunitas literasi di Kabupaten Magelang.
Hal tersebut diungkapkan
oleh ketua PC IPPNU Kabupaten Magelang, Rekanita Nisa Suryaningsih. Ia juga
menekankan bahwa melihat kondisi pelajar di Kabupaten Magelang
mempunyai potensi dan minat bakat menulis. Akan tetapi saat ini belum mempunyai
ruang untuk mengekspresikan karya-karyanya.
"Mengutip dari
sastrawan Inggris yakni 'you can make anything by writing'. Jadi teman-teman
semua nanti bisa mengekspresikan apa yang menjadi keinginan atau yang dipikirkan
teman-teman bisa dituangkan dengan menulis, " ungkap Rekanita Nisa dalam
sambutannya.
Selanjutnya Cah Magelangan
ini tidak akan berhenti di sesi menulis saja. Namun akan ada tindakan pertemuan
setelahnya dengan tema-tema lain. Ketua PC IPPNU Kabupaten Magelang berharap
semoga seluruh peserta dapat ikut andil dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.
"Kita tidak hanya
berhenti di menulis saja, akan tetapi akan ada tema-tema yang lain. Semoga
teman-teman semua dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kemudian, semoga
bisa bermanfaat bagi pribadi teman-teman ataupun yang saat ini belum bisa
bergabung," pungkasnya.
Acara dibuka oleh penyanyi
dari Salaman, kabupaten Magelang yakni Fatchul Emje, dan dipantik oleh dua pemateri
hebat. Mereka adalah penulis-penulis buku yang telah melebarkan sayapnya hingga
melekat di para pembacanya. Adalah Wisnu Murti Pratama dan Arina Millataka.
Dengan narasumber yang
menarik ini, mereka memberikan motivasi bagi peserta supaya dapat menuangkan
ide-ide dengan cara menulis. Sebagai manusia tentu kita harus bisa membaca
situasi dalam diri dan lingkungan kita. Sehingga hal tersebut nyatanya dapat
menjadi sebuah ide dalam suatu tulisan. Setelah mendapat ide, hal yang paling
ditekankan adalah konsisten. Atau dapat dilakukan secara bertahap.
Hal tersebut turut
diungkapkan oleh Wisnu Murti Pratama, bahwa menulis itu mudah. Karena
inspirasi-inspirasi itu berada di lingkungan kita. Karena dengan menulis kita
akan meninggalkan jejak setelah manusia itu mati.
"Cukup antusias
mengisi kelas menulis ini. Dilihat dari pesertanya tidak ada yang tertidur.
Saya memotivasi teman-teman, kenapa kita ini harus menulis. Permasalahan kita
itu bingung mau menulis tentang apa. Jadi membaca situasi itu penting. Saya
berpesan tetaplah menulis, karena dengan menulis kita akan meninggalkan jejak.
Setelah meninggal, orang akan dilupakan. Tapi tidak dengan karyanya, "kata
Wisnu.
Tak lain Arina Millataka
atau biasa dikenal dengan nama penanya—Akata, turut memberikan dorongan bagi peserta
dan anak muda di Kabupaten Magelang untuk menulis dan memiliki alasan yang kuat
untuk menulis. Ia juga memaparkan bagaimana suatu tulisan dapat dibukukan dan
dibaca oleh khalayak. Baginya, tulisan yang bagus adalah yang selesai dan penulis
yang hebat adalah yang menyelesaikan tulisannya serta membiarkan tulisan itu menemui
pembaca selain dirinya.
"Ini adalah acara
yang saya nantikan, mengingat saya sulit mencari teman-teman komunitas menulis
di Kabupaten Magelang. Melihat antusias teman-teman ini harapan saya membaik,
bahwa di Magelang ini akan lahir penulis-penulis hebat. Semoga dengan acara ini
teman-teman semakin berani untuk menulis, semakin rajin dan semakin percaya
diri bahwa tulisan teman-teman layak untuk dibaca dan berguna." papar
Akata.
Penulis: Ika Zahara



Tidak ada komentar: